Social Icons

Pages

Senin, 03 September 2012

Pemijahan ikan, vivipar, ovovivipar dan ovipar


Tugas Biologi Perikanan
Pemijahan, vivipar, ovovivipar dan ovipar

PEMIJAHAN
Proses pemijahan adalah proses yang ditujukan kepada suatu spesies dalam bentuk tingkahlaku melakukan perkawinan atau pembuahan ovum oleh sperma.
Secara umum pemijahan biota akuatik dibagi dalam beberapa tahapan yaitu proses matting, proses spawning, proses pasca spawning.
Ikan matang gonad

Berdasarkan sifatnya proses pemijahan dapat berlangsung secara alamiah dan buatan :
    • Pemijahan Alami
Sepasang ataupun sekelumpok ikan yang siap memijah dan akan memijah ditaruh dalam suatu wadah kolam. Dan sudah tentu keadaan, salinitas, dan suhu sudah diatur agar sesuai dengan tempat pemijahan ikan itu yang sebenarnya. Dan saat pemijahan kolam biasanya ditutup, agar mengurai gangguan dalam pemijahan dan ikan lebih suka memijah pada tempat gelap dan hangat.
  • Pemijahan Buatan

Pada pemijahan buatan, pembuahan telur oleh sperma dilakukan dengan bantuan manusia. Telur dipaksa keluar dari tubuh induk ikan betina dengan tehnik stripping/pengurutan kemudian ditampung pada suatu wadah. Lalu segera dilakukan stripping pada induk jantan untuk mengeluarkan sperma secara paksa. Telur dan sperma kemudian di satukan dalam satu wadah lalu diaduk dengan alat lembut dan halus seperti bulu ayam sehingga tercampur dan terjadi pembuahan.

Berdasarkan tehniknya, pemijahan ikan dapat dilakukan dengan 3 macam cara yaitu :
a. Pemijahan ikan secara alami, yaitu pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia. Terjadi secara alamiah ( tanpa pemberian rangsangan hormon)
b. Pemijahan secara semi intensif, yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat  kematangan gonad, tapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam.
c. Pemijahan ikan secara intensif, yaitu memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta ovulasinya dilakukan secara buatan dengan tehnik stripping/pengurutan.
Ikan diberi hormon agar cepat matang gonad

Ada 3 komponen yang mempengaruhi proses reproduksi atau pemijahan pada ikan, yaitu gonad, sinyal lingkungan, dan sistem hormon dimana ketiga komponen itu saling mempengaruhi.
Fertilisasi
Fertilisasi eksternal: persatuan sperma dgn sel telur terjadi di luar tubuh
induk.Contoh: Cyprinidae, Anabantidae, Siluridae, dll.
Fertilisasi internal: sel telur bersatu dgn sperma di dalam tubuh induk).
Digunakan organ bantu pemijahan, spt: gonopodium, myxopterygium, dan
tenaculum. Contoh: Elasmobranchii, Anablepidae, Poecilidae.
Berdasarkan habitat tempat ikan memijah:
Lithophil: memijah pd dasar perairan berbatu
Psamophil: memijah di dasar perairan berpasir
Pelagophil: memijah pada kolom air di perairan terbuka
Ostracophil: memijah pd cangkang binatang yg telah mati
Beradasarkan tempat embrio berkembang & tempat terjadinya pembuahan:
Ovipar: Ikan yg mengeluarkan telur saat pemijahan
 
(ovipar)

Vivipar: Ikan yg melahirkan anaknya. Kandungan kuning telur sangat sedikit dan perkembangan embrio ditentukan oleh hubungannya dgn placenta pd tahap awal utk mencukupi kebutuhan makanannya. Anak yg dilahirkan sdh menyerupai individu dewasa.
 
(Vivipar)



Ovovivipar:Ikan yg melahirkan anaknya. Sel telur mengandung cukup banyak kuning telur yg mencukupi kebutuhan makanan anak ikan. Induk ikan hanya menyediakan tempat perlindungan.
Contoh : Ikan Hiu
Kebanyakan hiu adalah ovovivipar, yang berarti bahwa telur dierami dan menetas didalam oviduk tubuh induknya, dimana kuning telur (yolk) menjadi nutrisi utama embrio. Hiu ovovivipar disebut juga sebagai hiu aplacental vivipar yg berarti melahirkan tanpa plasenta (ari-ari). Hiu ovovivipar ini terbagi tiga tipe.
 
embrio hiu
Perbedaan antara ikan vivipar dengan ikan ovovivipar terletak pada perkembangan telur yang dikandung dan keadaan anak-anaknya pada waktu dilahirkan.
Ikan vivipar dan ovovivipar biasanya berfekunditas kecil dan keturunannya mendapat semacam jaminan atau keyakinan dari induk untuk dapat melangsungkan awal hidupya dengan aman. Sedangkan pada ikan ovipar biasanya berfekunditas besar atau jumlah telur yang dikeluarkannya besar disebabkan untuk mengimbangi tekanan keadaan sekelilingnya dari hal yang tidak lazim terutama dari serangan predator. Hal ini menunjukkan bahwa ikan vivipar dan ovovivipar lebih modern daripada ikan ovipar dalam mempertahankan eksistensi spesies. Dalam proses biologisnya yaitu pada waktu terjadi pemijahan, ikan ovipar lebih banyak mengeluarkan energi dari pada ikan vivipar dan ovovivipar.
Chondrichthyes ovipar: bagian depan jaringan oviduct dimodifikasi menjadi kelenjar cangkang (shell gland)
Pada ovovivipar dan vivipar: bagian belakang oviduct membesar menjadi suatu uterus tempat menyimpan anak ikan selama perkembangan embrioniknya.

Senin, 11 Juni 2012

Penjelasan Mengenai Ikan Pelagis dan Ikan Demersal serta Biota Laut yang Dilindungi


Tugas  II
Eksplorasi Sumber Daya Hayati Laut

Penjelasan Mengenai
Ikan Pelagis dan Ikan Demersal serta
Biota Laut yang Dilindungi









OLEH :
NIRWAN
L 111 09 277


JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012

Ikan Pelagis dan Ikan Demersal serta Biota Laut yang Dilindungi

A. IKAN PELAGIS
Ikan pelagis (pelagic fish) disebut juga ikan berminyak adalah ikan yang memiliki minyak di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut di sekitar usus. fillet mereka mengandung hingga 30 persen minyak, meskipun angka ini bervariasi baik di dalam dan antar spesies. Contohnya termasuk tengiri, marlin, wahoo, tuna, sarden, salmon, trout, ikan teri, dan barakuda.
  • Ikan pelagis kecil misalnya : teri, lemuru, tembang, japuh, kembung. Ditangkap dengan alat penangkap berupa jaring, seperti  jaring insang, jaring lingkar, pukat cincin, payang, bagan, pukat tepi dan pakaya.
  • Ikan pelagis besar: Ikan tuna, cakalang dan cucut ditangkap dengan teknik memancing: pancing trolling atau tonda
  • Ikan pelagis kecil biasa berada di tubiran karang dan selalu berpindah tempat.
  • Ikan pelagis besar biasanya dapat ditemukan dekat terumbu karang atau tubiran dimana arus hangat dekat perairan pantai. Juga ditemukan di laut terbuka dengan suhu yang berubah ubah, bahkan ada beberapa ikan pelagis besar di terumbu yang dalam.

B. IKAN DEMERSAL
Sumberdaya Ikan Demersal Ikan demersal adalah jenis ikan yang habitatnya berada di bagian dasar perairan, dapat dikatakan juga bahwa ikan demersal adalah ikan yang tertangkap dengan alat tangkap ikan dasar seperti trawl dasar (bottom trawl), jaring insang dasar (bottom gillnet), rawai dasar (bottom long line), bubu dan lain sebagainya. Menurut Aoyama (1973) ikan dasar memilki sifat ekologi yaitu sebagai berikut:
1.       Mempunyai adaptasi dengan kedalaman perairan
2.       Aktifitasnya relatif rendah dan mempunyai daerah kisaran ruaya yang lebih sempit jika dibandingkan dengan ikan pelagis
3.       Jumlah kawanan relatif kecil jika dibandingkan dengan ikan pelagis
4.       Habitat utamanya berada di dekat dasar laut meskipun berbagai jenis diantaranya berada di lapisan perairan yang lebih atas.
5.       Kecepatan pertumbuhannya rendah
6.       Komunitas memiliki seluk beluk yang komplek
7.       Dibanding sumberdaya ikan pelagis, potensi sumberdaya ikan demersal relatif lebih kecil akan tetapi banyak yang merupakan jenis ikan dengan nilai ekonomis yang tinggi Ikan demersal tersebar di seluruh perairan Indonesia, terutama di paparan Sunda dan Laut Arafura dengan kecenderungan kepadatan sediaan potensi tinggi di daerah pantai.
Ikan demersal sangat dipengaruhi oleh factor oseanografi seperti : suhu, salinitas, arus, bentuk dasar perairan. Jenis ikan ini pada umumnya menyenangi dasar perairan bersubstrat lumpur atau lumpur berpasir (Dwiponggo et al, 1989 vide Suharto, 1999). Perikanan demersal Indonesia menghasilkan berbagai jenis ikan (multi species) yang dieksploitasi dengan menggunakan berbagai alat tangkap (multi gear).
Hasil tangkapan ikan demersal pada umumnya terdiri dari berbagai jenis yang jumlah masing-masing jenis tersebut tidak terlalu besar. Ikan tersebut antara lain : kakap merah/bambangan (Lutjanus spp), peperek (Leiognatus spp), manyung (Arius spp), kurisi (Nemipterus spp), kuniran (Upeneus spp), tiga waja (Epinephelus spp), bawal (Pampus spp) dan lain-lain.

C. Biota Laut yang Dilindungi
Biota yang dilindungi adalah  : jenis-jenis mahluk hidup yang dilindungi, baik yang berada di darat maupun yang berada di laut

Mengapa dilindungi :
•    Sulit berkembang biak
•    Populasinya menurun drastis
•    Ancaman manusia yang mengeksploitasi berlebihan, contoh : Telur Penyu
•    Ancaman manusia dari pembukaan lahan/penyempitan habitat
Dasar-dasar peraturan
•    UU Kehati No. 5 Tahun 1994  Keanekaragaman diantara mahkluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain, serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragaman, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem
•    UU Konservasi No. 5 Tahun 1990 : Barang siapa yang mengambil, memiliki, membunuh, melukai, menyimpan, memelihara, mengangkut, memperdagangkan, satwa yang dilindungi tanpa izin, dipidana penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000 (Seratus juta rupiah). Undang-undang 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati  dan ekosistemnya.
Jenis-jenis biota laut  yang dilindungi  :
1.    Reptilia laut
•    Penyu Tempayan (Caretta caretta
•    Penyu Hijau (Chelonia mydas
•    Penyu Belombing (Dermochelys coriaceae)
•    Penyu Sisik (Eretmochelysimbricata)
•    Penyu Ridel (Lepidochelys olivacea
•    Penyu Pipih (Natator depressa)

2.    Mamalia
•    Paus Biru (Balaenopthera musculus)
•    Paus Bersirip (Balaenopthera physalus)
•    Paus Bongkok (Megaptera novaeangliae)
•    Paus Lemak (Cetacea)
•    Lumba-lumba air laut (dolphinidae
•    Duyung (Dugong dugon)
•    Lumba-lumba (ziphidaee)

3.    Pisces
•    Coelacanth fish (Latimeria chalumnae)
·      Ikan Napoleon (Cheilinus undulates)
·      Ikan Kerapu Bebek (Chromilepthes altivelis)

4.    Moluska
•    Kima Raksasa, Kima Kuku Beruang (Hippopus hippopus)
•    Kima Cina (Hippopus porcellanus)
•    Kepala Kambing (Cassis cornuta)
•    Triton Terompert (Charonia tritonis)
•    Nautilus Berongga (Nautilus pompillus)
•    Troka, Susu Bunder, Lola Merah  (Trochus niloticus)
•    Batu Laga, Siput Hijau (Turbo Marmoratus)

5.    Anthozoa
•    Akar Bahar
·      Koral Hitam (anthiphates spp.)

6.    Crustacea
•    Ketam Kelapa (Birgus Latro)
•    Ketam Tapak Kuda (Tachipleus gigas)